Berikut Kaifiyat dan Doa Berwudhu

Berwudhu merupakan salah satu hal yang menjadi syarat bagi seseorang yang hendak melaksanakan sholat. Seseorang dianggap sah sholatnya jika berwudu terlebih dahulu. Oleh karena itu, dalam tulisan kali ini akan coba membahas tentang kaifiyat tata cara wudhu sebagai berikut :

source gambar : dream.co.id

Syarat Wudhu

  • Menggunakan Air Suci

Untuk berwudhu gunakanlah air yang bersih dan suci. Dalam sebuah hadits Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Artinya : “Sesungguhnya air itu suci, tidak ada yang dapat menajiskannya.” (HR. Tirmidzi).

  • Sumber Air Yang Halal

Dalam hal ini, air yang digunakan untuk berwudhu adalah halal bukan curian.

Allah subhana wa ta’ala berfirman :

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil.” (QS. An-Nisa : 29).

  • Bersihkan Dari Benda-Benda Yang Bisa Menghalangi tersentuhnya air ke kulit

Ada sebuah hadits yang berbunyi :

Artinya : “Ada seseorang yang berwudhu dan meninggalkan satu tempat di kakinya (tidak dibasuh), kemudian Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya, maka beliau bersabda, “Kembali dan perbaiki wudhu anda, maka dia kembali kemudian dia sholay.” (HR. Muslim).

Rukun Wudhu

Adapun yang termasuk rukun wudhu adalah sebagai berikut :

  • Niat Wudhu

Untuk niat cukup dilakukan di dalam hati saja, tidak perlu diucapkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda :

Artinya : “Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya.”

  • Membaca Basmalah

Setelah membaca niat, selanjutnya adalah baca basmallah. Membaca basmallah ini dilakukan sembari mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali hingga ke sela-sela jari. Namun, jika anda lupa untuk membaca basmallah, maka wudhunya tetap sah.

  • Berkumur-kumur

Berkumur-kumurlah sebanyak tiga kali atau memutar-mutar air di dalam mulut dan mengeluarkannya serta membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan yang nempel di gigi.

  • Mencuci Lubang Hidung

Mencuci lubang hidung sebanyak tiga kali guna mengeluarkan kotoran yang ada di dalamnya. Selain itu, disunnahkan juga untuk mencuci lubang hidung dengan cara menghirup air dalam-dalam serta mengeluarkannya dengan memencet hidung.

  • Membasuh Wajah

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Artinya : ”Merupkan kebiasaan (Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam) jika beliau akan berwudhu, beliau mengambil air kemudian beliau basuhkan (ke wajahnya) sampai ke tenggorokannya kemudian beliau menyela-nyela jenggotnya.” Kemudian beliau mengatakan,”Demikianlah cara berwudhu yang diperintahkan Rabbku kepadku.” (HR. Abu Dawud).

  • Mencuci Kedua Tangan Hingga Siku

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Artinya : “…kemudian beliau membasuh tangannya yang kanan sampai siku sebanyak tiga kali, kemudian membasuh tangannya yang kiri sampai siku sebanyak tiga kali…”(HR. Muttafaqun Alaihi).

  • Mengusap Kepala

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Artinya : “Kemudian beliau membasuh mengusap kepala dengan tangannya (dengan cara) menyapuny ke depan dan ke belakang. Beliau memulainya dari bagian depan kepalanya ditarik ke belakang sampai ke tengkuk kemudian mengembalikannya lagi ke bagian depan kepalanya.” (HR. Muttafaqun Alaihi).

  • Membersihkan Kedua Telinga

Sesudah mengusap kepala selanjutnya membersihkan kedua telinga tanpa harus mengambil air baru. Cara membersihkan telinga dalam wudhu ini adalah dengan memasukkan jari telunjuk ke dalam telinga, lalu ibu jari mengusapkan kedua daun telinga. Hal ini dilakukan secara bersamaan antartelinga kanan dan telinga kiri.

  • Mencuci Kedua Kaki Hingga di atas mata kaki

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Artinya : “… kemudian beliau membasuh kedua kakinya hingga dua mata kaki..” (HR. Muttafaqun Alaihi).

  • Membaca Doa Wudhu

Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.”

Maha suci Engkau Ya Allah dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu. “  (HR. An-Nasai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *